Senin, 2 Agustus 2010 | 08:55 WIB
| |
| |
Selain itu banyaknya siswa SMP di Jawa-Tengah yang tak lulus ujian nasional cukup mencengangkan banyak kalangan. Ironisnya, sebagian besar diantaranya tak lulus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional (SM, 17 Mei 2010).
Apakah sudah tidak penting lagi berbahasa
Diperparah lagi, dibeberapa sekolah favorit atau Rintisan Sekolah Berstandard Internasional (RSBI) dalam menjaring siswa baru selalu mewajibkan calon siswa bisa berbahasa inggris dengan baik. Siswa yang tidak bisa berbahasa Inggris dilarang ikut mendaftar sekolah RSBI. Dalam proses pembelajaran di semua mata pelajaran, RSBI menggunakan komunikasi Bahasa Inggris. Sekolah yang demikian ini menganggap Bahasa Inggris lebih penting daripada Bahasa Indonesia.
Sekolah yang hanya memilih siswa yang bisa berbahasa Inggris telah melanggar UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. Pemujaan bahasa asing dalam pendidikan tidak akan membuat bangsa bisa percaya diri, tetapi akan berkibat menjadi bangsa yang selalu ketergantungan dengan bangsa asing.